Sepuluh
macam sate beserta beberapa masakan khas Indonesia ditampilkan dalam
Festival Makanan Bali di Shanghai, China, pada 1-20 Agustus 2012.
Sepuluh
sate yang dihidangkan di Restoran Aroma Grand Hyatt Shanghai itu antara
lain sate lilit (Bali), sate ayam, sate kambing, sate ikan, sate udang,
sate babi dan sate cumi. Tak hanya itu, Festival Makanan Bali juga
menyajikan masakan khas Indonesia lainnya seperti gulai kambing,
rendang, kari, pepes ikan dan pecel.
Sejumlah
sate tersebut dihidangkan lengkap dengan bumbu kacang, bumbu kecap.
Khusus untuk sate lilit juga ditampilkan bersama ayam suwir, lawar dan
sambal matah.
Sate
dan sejumlah masakan khas Indonesia itu diracik dan disajikan khusus
untuk masyarakat Shanghai oleh dua juru masak dari Indonesia, yakni
Sujono dan Sugiana.
Manajer
Umum Grand Hyatt Shanghai, Gottfried Bogensperger mengatakan, melalui
kuliner masyarakat antarbangsa dapat saling mengenal satu sama lain.
“Makanan dan budaya merupakan salah satu sarana untuk kita saling
mengenal satu sama lain, utamanya antara masyarakat Indonesia dan
China,” katanya.
Festival
Makanan Bali juga dapat semakin mendekatkan masyarakat kedua bangsa
untuk dapat saling memahami dan bekerja sama dalam berbagai hal. “Ini
juga merupakan media untuk lebih mempromosikan Indonesia kepada
masyarakat China, utamanya Shanghai,” katanya.
Pada
kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk China merangkap
Mongolia Imron Cotan mengatakan, sebagian masyarakat China, terutama di
Beijing telah mengenal baik Bali sebagai daerah tujuan wisata di
Indonesia.
“Bahkan
Bali menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Beijing. Namun
Indonesia tidak hanya Bali. Banyak tempat menarik untuk dikunjungi dari
Sabang sampai Merauke. Jadi, silakan datang dan lihatlah seluruh
wilayah Indonesia lainnya yang tak kalah menariknya,” katanya.
Imron
melanjutkan, setiap daerah di Indonesia memiliki makanan dan budaya
khas. “Di setiap daerah di Indonesia memiliki sate, namun sate lilit
hanya ada di Bali,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar